BANDUNG — Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S) tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar di Aula Repeh Rapih, Gedung Sate, Bandung, Selasa (7/4).
Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Karawang dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat guna mencapai target penurunan stunting, baik di tingkat nasional maupun regional.
Dalam forum tersebut, disampaikan kondisi terkini permasalahan gizi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Berdasarkan capaian tahun 2024, Jawa Barat berhasil mencatat penurunan angka stunting dari 21,7 persen pada 2023 menjadi 15,9 persen pada 2024, sekaligus menjadikannya sebagai salah satu provinsi dengan kinerja penanganan stunting terbaik.
Kepala Dinas Provinsi Jawa Barat menegaskan pentingnya keselarasan visi dan misi dalam mendukung program pemerintah pusat menuju Indonesia Maju.
“Kita harus menyamakan visi dan misi untuk mendukung program pemerintah pusat. Arahan Bapak Gubernur sangat jelas, target stunting kita harus berada di bawah 5 persen,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemberian ASI eksklusif serta menginformasikan adanya dukungan dana Biaya Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2026 yang difokuskan untuk ibu hamil.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Jawa Barat mengingatkan agar seluruh daerah tidak terlena dengan capaian yang telah diraih.
“Keberhasilan tahun lalu harus terus ditingkatkan. Kami mendorong pemberian protein seperti telur dan susu kepada ibu berisiko stunting setiap bulan. Namun, perhatian juga harus diberikan pada faktor lingkungan, seperti kualitas air minum dan sanitasi yang menjadi pemicu utama stunting,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Karawang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menekan angka stunting secara signifikan dan berkelanjutan.



