Senin, Oktober 12, 2026
spot_img
spot_img

DLH Bekasi Siapkan Penghijauan Kawasan Bekas Bangunan Liar

SUKATANI | suarades.click Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan langkah lanjutan untuk menata kawasan setelah dilakukan penertiban bangunan liar (bangli) di sepanjang Saluran Sekunder (SS) Balong Tua, Kecamatan Sukatani.

Penataan tersebut akan dilakukan melalui program penghijauan dengan menanam berbagai jenis pohon. Upaya ini ditujukan untuk mengembalikan fungsi kawasan sekaligus mencegah lahan yang telah ditertibkan kembali dimanfaatkan untuk bangunan liar.

Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya telah melakukan pemantauan langsung ke lapangan melalui Tim Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup.

“Hasil monitoring DLH, rencananya kawasan tersebut akan kembali dihijaukan melalui penanaman pohon sehingga dapat menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan skema CSR tanpa menggunakan APBD,” ujar Dedi, Selasa (8/9/2026).

Menurut Dedi, kawasan SS Balong Tua memiliki bentangan yang mencakup tiga wilayah kecamatan. Ketiganya yakni Kecamatan Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi, yang memiliki potensi lahan cukup luas untuk dijadikan lokasi penghijauan.

Baca Juga  Kekeringan Landa 54 Desa di Bekasi, 109.870 Jiwa Terdampak

Ia menegaskan, kegiatan penanaman pohon tidak boleh berhenti hanya pada tahap penanaman. Perawatan dan pengawasan secara berkelanjutan diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik sekaligus kawasan tetap terjaga.

Selain mengantisipasi agar lahan tidak kembali digunakan untuk bangli, program penghijauan diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat keberadaan ruang terbuka hijau, serta menjadikan kawasan di sekitar saluran lebih tertata dan terpelihara.

“Jadi, perawatan adalah kunci agar pohon tetap hidup. Dari tiga lokasi penanaman rehabilitasi lahan kritis, DLH mencoba melakukan perawatan dengan sumber daya yang ada, salah satunya dengan melibatkan UPTD Pengangkutan dan Pengelolaan Persampahan untuk membersihkan gulma serta melakukan penyiraman secara reguler,” katanya.

Untuk memastikan keberlangsungan program, DLH juga berencana meningkatkan pengawasan serta melibatkan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan. Keterlibatan warga diharapkan dapat membantu menjaga tanaman yang telah ditanam sehingga manfaat penghijauan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Baca Juga  Ketua IWOI Minta Polri Tak Alergi Kritik: Polisi Bersama Masyarakat Harus Jadi Gerakan Nyata

“Selain itu, kami akan melibatkan warga sekitar, pihak sekolah, dan pemerintahan desa agar berkolaborasi menjaga dan merawat pohon agar tumbuh subur dalam jangka panjang,” ungkap Dedi.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, Dedi menyebut terdapat lahan potensial sepanjang lebih dari 10 kilometer yang dapat dimanfaatkan sebagai area terbuka untuk penghijauan. Kondisi tersebut diperkirakan membutuhkan ribuan bibit pohon.

“Dari luasan lahan yang ada, kami estimasi butuh sekitar 2 hingga 3 ribu batang pohon untuk menambah cakupan ruang terbuka hijau di wilayah utara tersebut,” jelasnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, DLH Kabupaten Bekasi mengajak pelaku usaha turut mengambil bagian dalam program penghijauan melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami juga mengajak perusahaan lainnya bagi yang ingin ikut berkontribusi nyata dalam aksi penghijauan ini, baik melalui dukungan bibit maupun pemeliharaan tanaman, sehingga penataan kawasan dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga

Artikel Lainnya

Tops News

Berita Pilihan

Seputar Desa

- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

error: Content is protected !!