KARAWANG – Kegiatan syukuran, santunan anak yatim, sekaligus pengaktifan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Desa Anggadita, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam meningkatkan kepedulian sosial sekaligus kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.sabtu 16/5/2026
Acara itu dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karawang Asep Suryana, S.H., Dewan Penasihat H. Erik Heryawan Kusumah, S.E., Ketua Umum Karang Taruna Dani Sudirman, Ketua Rescue Karawang Candra Caniago, Camat Klari Udin, S.H., M.H., Sekretaris Desa Anggadita Ade Indra Mustafa, Kapolsek Klari Bambang S., Babinsa Sutana, Bhabinkamtibmas H. Karna, Ketua Karang Taruna Kecamatan Klari, Ketua Karang Taruna Kecamatan Karawang Timur, perwakilan perusahaan, tokoh masyarakat, hingga aparatur Desa Anggadita.
Dalam sambutannya, Ketua Rescue Karawang Candra Caniago mengatakan, pengaktifan TPS3R merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan maupun lingkungan.
“Semoga dengan diaktifkannya TPS3R ini, masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan mampu bersama-sama menjaga kebersihan desa demi terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman,” ujarnya.
“Melalui kegiatan pengaktifan TPS3R ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Kami berharap keberadaan TPS3R dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Anggadita,” ungkapnya.
Candra juga berharap TPS3R Desa Anggadita dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program lingkungan tidak dapat berjalan tanpa dukungan dan partisipasi aktif warga.
Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan diakhiri dengan doa bersama serta penyerahan santunan kepada anak yatim. Kehadiran unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan perusahaan menjadi simbol kuatnya kolaborasi dalam membangun Desa Anggadita yang lebih peduli terhadap sosial dan lingkungan.
K. Gmblung



