Selasa, Juni 2, 2026
spot_img
spot_img

Dunia Waswas Krisis Pangan, Indonesia Justru Catat Rekor CBP 4,7 Juta Ton

SUARADESA.CLICK – Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.

Eskalasi konflik, gangguan jalur logistik, serta ketidakpastian perdagangan internasional dinilai berpotensi menekan pasokan dan mendorong lonjakan harga pangan global. Bahkan, Rusia telah menyerukan pembentukan cadangan pangan bersama negara-negara BRICS sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya risiko krisis.

Di tengah situasi tersebut, Indonesia mencatatkan perkembangan signifikan di sektor ketahanan pangan nasional.

Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 4,7 juta ton, menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah sejak Bulog berdiri, dan diproyeksikan terus meningkat menuju 5 juta ton.

Capaian tersebut merupakan salah satu lapisan dari gambaran utuh ketahanan pangan Indonesia. Di pasar domestik dan sektor HoReCa (hotel, restoran, dan katering), ketersediaan beras tercatat mencapai 12 juta ton.

Selain itu, potensi standing crop diproyeksikan terus memberikan kontribusi produksi hingga akhir tahun.

Ketiga lapisan ketersediaan tersebut menjadi fondasi utama dalam memastikan kebutuhan pangan nasional tercukupi hingga 11 bulan ke depan.

Capaian ini merupakan hasil dari visi dan kebijakan yang telah diletakkan sejak awal pemerintahan. Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Januari 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan pangan nasional.

“Dengan swasembada pangan, kita aman. Kita tidak boleh lagi bergantung pada sumber dari luar negeri. Dalam krisis global, tidak ada negara yang akan rela melepas pangannya ke luar negeri. Ini adalah hukum sejarah,” ujar Presiden.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia telah mengambil langkah antisipatif jauh sebelum tekanan global menguat, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Sejak awal, Bapak Presiden sudah menekankan pentingnya swasembada dan penguatan cadangan pangan. Ini menjadi langkah strategis untuk menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian,” ujar Mentan Amran, Selasa (15/4/2026).

Ia menambahkan, posisi cadangan pangan saat ini mencerminkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi berbagai skenario krisis global.

“Cadangan kita saat ini 4,7 juta ton dan terus menuju 5 juta ton. Dengan posisi ini, kebutuhan pangan kita cukup hingga 11 bulan ke depan. Ini adalah bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadapi potensi krisis pangan global,” tegasnya.

Baca Juga

Artikel Lainnya

Tops News

Berita Pilihan

Seputar Desa

- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

error: Content is protected !!