KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar rapat koordinasi persiapan akhir Festival Ngadulag dan Takbir Keliling Tingkat Kabupaten Karawang 2026. Kegiatan ini diinisiasi langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh sebagai upaya mengembalikan marwah malam Idulfitri melalui tradisi menabuh bedug (ngadulag) sebagai ikon identitas daerah.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Karawang H. Asep Aang Rahmatullah menegaskan bahwa pelaksanaan festival tahun ini membawa semangat baru bagi masyarakat. Kompetisi dibagi menjadi dua kategori, yakni Juara Prestasi dan Juara Presisi.
Pemerintah Kabupaten Karawang juga menggandeng masyarakat sebagai mitra pelaksana kegiatan agar dapat menjangkau generasi muda secara lebih luas. Untuk mendukung koordinasi secara real-time, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Karawang menyiapkan layar infokus di titik utama yang terhubung melalui Zoom untuk prosesi ceremonial Forkopimda.
Berdasarkan laporan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), peserta dibagi ke dalam tiga zona wilayah, yakni Zona 1, Zona 2, dan Zona 3.
Bupati Karawang menegaskan aturan ketat bagi seluruh peserta, di mana hanya musik takbiran yang diperbolehkan dalam kegiatan tersebut.
“Mobil yang memutar musik dangdut atau musik di luar takbiran tidak diperbolehkan masuk ke jalur (on the track). Kami ingin mengembalikan kekhidmatan malam kemenangan,” tegas Bupati.
Dinas Perhubungan Karawang bersama Korlantas Polres Karawang Korlantas Polri telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang presisi. Penyekatan akan dilakukan di dua titik utama, yaitu Simpang Pendeuy (Lampu Merah) dan Perempatan Johar Palumbonsari.
Selain itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang akan memperketat pengawasan dengan melakukan inspeksi di sejumlah titik keramaian, termasuk area pasar malam, guna memastikan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Kabupaten Karawang berharap Festival Ngadulag dan Takbir Keliling ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pelestarian budaya serta penguatan nilai religius di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.



