Senin, Oktober 12, 2026
spot_img
spot_img

Belajar Sambil Praktik, Enam Siswi PKL GOKAR Tawarkan Platform Digital ke UMKM Karawang

KARAWANG | suaradesa.click Enam Siswi Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang bergabung dalam kegiatan GOKAR turun langsung ke lapangan untuk mengenalkan dan menawarkan penggunaan aplikasi GOKAR Food kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Karawang. (29/09/26)

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Jl. Banten No. 5, Karang Pawitan, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan menyasar pelaku usaha kuliner yang dinilai memiliki potensi untuk mengembangkan pemasaran melalui platform digital.

Enam peserta PKL yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Inayah Maulida Fauziah, Khairunnissa Sayyida Mu’ti, Ropiah Nur Sa’adah, Olivia Christina Sunjaya, Aina Aditiya, dan Resa Lestari.

Dalam kegiatan tersebut, para Siswa tidak hanya memperkenalkan aplikasi, tetapi juga menjelaskan kepada pemilik usaha mengenai manfaat bergabung dengan platform digital, khususnya dalam memperluas jangkauan pemasaran produk makanan kepada konsumen.

Belajar Langsung Berinteraksi dengan Pelaku UMKM Salah seorang Siswa PKL, Inayah Maulida Fauziah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman bagi dirinya untuk belajar berkomunikasi secara langsung dengan pelaku usaha.

“Menurut saya kegiatan ini memberikan pengalaman baru karena kami tidak hanya belajar di dalam kantor, tetapi juga langsung bertemu dengan pelaku UMKM. Kami belajar bagaimana menjelaskan sebuah aplikasi dan manfaatnya dengan bahasa yang mudah dipahami,” ujar Inayah.

Hal senada disampaikan Khairunnissa Sayyida Mu’ti. Menurutnya, proses menawarkan aplikasi kepada pelaku UMKM membutuhkan komunikasi yang baik serta pemahaman terhadap kebutuhan masing-masing pemilik usaha.

“Kami mencoba memahami terlebih dahulu usaha yang dijalankan oleh UMKM, kemudian menjelaskan bagaimana aplikasi GOKAR Food dapat menjadi salah satu sarana untuk membantu pemasaran secara digital,” katanya.

Sementara Ropiah Nur Sa’adah menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa digitalisasi dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha kuliner.

“Kami mendapatkan pengalaman langsung bagaimana menghadapi calon mitra, menjelaskan fitur dan manfaat aplikasi, serta mendengarkan tanggapan dari pelaku UMKM. Bagi kami, ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga,” ungkap Ropiah.

Baca Juga  Ujian CAT Pilkades Kertarahayu, Madun Kantongi Nilai 73 Digedung Unsika 2

Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital Siswa PKL lainnya, Olivia Christina Sunjaya, mengatakan pendekatan kepada UMKM dilakukan secara persuasif dengan memberikan penjelasan mengenai peluang pemasaran melalui aplikasi.

“Kami tidak hanya menawarkan aplikasi, tetapi juga berusaha menjelaskan peluang yang bisa didapatkan UMKM ketika produknya dipasarkan melalui platform digital. Kami berharap semakin banyak pelaku usaha yang tertarik mencoba,” tutur Olivia.

Aina Aditiya menambahkan, respons pelaku UMKM menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta PKL.

“Ada pelaku UMKM yang langsung tertarik dan ada juga yang masih ingin mengetahui lebih banyak mengenai sistemnya. Dari situ kami belajar bahwa setiap pelaku usaha memiliki kebutuhan yang berbeda,” jelas Aina.

Sedangkan Resa Lestari berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM sekaligus menjadi pengalaman kerja nyata bagi para peserta PKL.

“Kami berharap GOKAR Food bisa membantu UMKM Karawang memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas. Bagi kami sebagai anak PKL, kegiatan ini juga mengajarkan bagaimana bekerja di lapangan, berkomunikasi dan membangun relasi dengan masyarakat,” ujar Resa.

Pelaku UMKM Sambut Digitalisasi Pemasaran Kegiatan tersebut juga mendapat tanggapan dari pelaku UMKM kuliner yang menjual kue balok lumer dan risol khas Karawang.

Pelaku usaha tersebut menyampaikan bahwa kehadiran platform digital dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperluas pemasaran produk kuliner, terutama di tengah perubahan kebiasaan konsumen yang semakin banyak mencari informasi dan melakukan pemesanan melalui perangkat digital.

“Kami melihat aplikasi seperti GOKAR Food bisa menjadi peluang untuk memperkenalkan produk kami kepada konsumen yang lebih luas. Selama sistemnya mudah digunakan dan memberikan manfaat bagi UMKM, tentu kami terbuka untuk mencoba,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku UMKM membutuhkan akses pemasaran yang tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke lokasi.

“Kami berharap dengan adanya GOKAR Food, produk seperti kue balok lumer dan risol bisa lebih mudah dikenal masyarakat. Yang penting aplikasinya mudah digunakan dan membantu meningkatkan penjualan,” katanya.

Baca Juga  Esih Sukaesih Siap Perkuat Peran BPD Desa Cikampek Kota dan Serap Aspirasi Warga

Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengatakan keterlibatan Siswa PKL dalam kegiatan pengenalan aplikasi kepada UMKM merupakan bagian dari proses pembelajaran sekaligus upaya memperkenalkan transformasi digital kepada pelaku usaha lokal.

“Kami ingin Siswi PKL tidak hanya mendapatkan pengalaman administratif di kantor, tetapi juga memahami bagaimana sebuah bisnis dibangun dan bagaimana teknologi digunakan untuk membantu masyarakat. Bertemu langsung dengan UMKM memberikan pengalaman yang berbeda,” ujar Syuhada.

Menurutnya, UMKM merupakan bagian penting dalam ekosistem ekonomi daerah sehingga perlu mendapatkan akses terhadap teknologi dan pemasaran digital

“GOKAR ingin tumbuh bersama masyarakat Karawang. Karena itu, kami membuka ruang bagi UMKM untuk masuk dalam ekosistem digital. Harapannya, aplikasi GOKAR Food dapat menjadi salah satu sarana yang membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran,” katanya.

Syuhada juga mengapresiasi para Siswa PKL yang berani terjun langsung menemui pelaku usaha.

“Saya mengapresiasi enam Siswa PKL yang mau turun langsung. Mereka belajar bagaimana berkomunikasi, mendengarkan kebutuhan UMKM, menjelaskan produk dan menerima masukan dari masyarakat. Ini merupakan pengalaman penting bagi mereka,” ujarnya.

Bangun Ekosistem Digital UMKM Karawang Kegiatan pengenalan GOKAR Food kepada UMKM tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan langsung untuk membangun ekosistem digital yang melibatkan pelaku usaha lokal.

Selain memperkenalkan platform, kegiatan tersebut juga menjadi ruang komunikasi antara pengembang aplikasi, Siswa PKL, dan pelaku UMKM untuk mengetahui kebutuhan serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha kuliner.

Dengan semakin berkembangnya pemasaran berbasis digital, pelaku UMKM diharapkan memiliki lebih banyak pilihan dalam memasarkan produk, sementara generasi muda yang mengikuti PKL memperoleh pengalaman praktis dalam dunia kerja, komunikasi bisnis, pemasaran, dan pengembangan teknologi.

GOKAR sendiri terus mendorong pemanfaatan teknologi digital agar dapat memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan menjangkau konsumen secara lebih luas di Kabupaten Karawang.

Baca Juga

Artikel Lainnya

Tops News

Berita Pilihan

Seputar Desa

- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

error: Content is protected !!