Senin, Oktober 12, 2026
spot_img
spot_img

UBP Karawang Siapkan Program LPPM 2026/2027, Tekankan Riset Harus Berdampak

KARAWANG | suaradesa.click Rektor Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang, Assoc. Prof. Dr. H. Budi Rismayadi, S.E., M.M., mendorong Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBP Karawang untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat pada Tahun Akademik 2026/2027.

Hal tersebut disampaikan Budi Rismayadi dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi dan Diskusi Program LPPM Tahun Akademik 2026/2027 yang diikuti jajaran pimpinan universitas, LPPM, para dekan, ketua program studi, serta dosen di lingkungan UBP Karawang. Rabu, 30/9/2026

Dalam sambutannya, Rektor UBP Karawang menegaskan bahwa keberadaan LPPM memiliki posisi strategis dalam membangun budaya akademik sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.

“LPPM bukan hanya sebuah lembaga yang mengelola administrasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi merupakan salah satu penggerak utama dalam membangun budaya akademik, inovasi, dan kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat,” ujar Budi.

Menurutnya, memasuki Tahun Akademik 2026/2027, berbagai program LPPM perlu dirancang secara lebih terarah, terukur, dan memiliki dampak yang lebih besar.

Ia berharap penelitian yang dilakukan para dosen tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, laporan, maupun publikasi semata. Hasil penelitian diharapkan mampu menjawab persoalan nyata, menghasilkan inovasi, membuka peluang kolaborasi, hingga dapat dikembangkan pada tahap hilirisasi dan pemanfaatan oleh masyarakat maupun mitra terkait.

“Penelitian harus mampu menjawab persoalan, menghasilkan inovasi, membuka peluang kolaborasi, dan apabila memungkinkan dapat dilanjutkan pada tahap hilirisasi dan pemanfaatan hasil penelitian,” katanya.

Pengabdian Harus Berkelanjutan Selain penelitian, Budi juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas program pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap kegiatan pengabdian tidak hanya dilakukan secara seremonial atau bersifat sementara, tetapi disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan memiliki keberlanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, UBP Karawang diharapkan semakin mampu menempatkan diri sebagai perguruan tinggi yang memberikan solusi bagi masyarakat, dunia usaha, pemerintah, maupun berbagai pemangku kepentingan.

Baca Juga  Robi Herawan Siap Kawal Aspirasi Warga dan Perkuat Fungsi BPD Desa Darawolong

“Pengabdian kepada masyarakat tidak hanya bersifat seremonial atau berlangsung sesaat, tetapi dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan memiliki keberlanjutan,” ungkapnya.

Dorong Kolaborasi Lintas Disiplin Lebih lanjut, Rektor UBP Karawang mendorong LPPM memperkuat kolaborasi antarprogram studi dan antarfakultas. Kolaborasi juga diharapkan diperluas dengan pemerintah daerah, dunia industri, dunia usaha, serta berbagai mitra lainnya.

Menurut Budi, UBP Karawang memiliki potensi keilmuan yang cukup beragam. Potensi tersebut perlu disatukan melalui penelitian dan pengabdian multidisiplin agar mampu menghasilkan solusi yang lebih konkret.

Ia menilai pendekatan tersebut juga penting untuk menjawab berbagai kebutuhan Kabupaten Karawang yang memiliki karakter sebagai daerah industri, pertanian, pendidikan, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi.

“Jangan sampai penelitian dan pengabdian berjalan sendiri-sendiri tanpa keterhubungan. Saya berharap ke depan semakin banyak penelitian multidisiplin yang dapat menghasilkan solusi konkret,” tuturnya.

Dukung Mutu dan Kinerja Institusi Budi juga meminta seluruh program LPPM diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu dan kinerja institusi.

Menurutnya, kontribusi LPPM tidak hanya dilihat dari jumlah kegiatan, tetapi juga dari berbagai luaran akademik seperti publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), produk inovasi, rekognisi akademik, serta kontribusinya terhadap indikator kinerja perguruan tinggi dan akreditasi.

“Seluruh program LPPM terus diarahkan untuk mendukung peningkatan mutu dan kinerja institusi, termasuk kontribusinya terhadap indikator kinerja perguruan tinggi, akreditasi, publikasi ilmiah, HKI, produk inovasi, serta rekognisi akademik UBP  Karawang,” jelasnya.

Sosialisasi Diharapkan Menjadi Ruang Diskusi Dalam kegiatan tersebut, Budi juga menekankan bahwa sosialisasi tidak boleh hanya menjadi forum penyampaian informasi satu arah.

Ia mengajak para dosen memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, kendala, gagasan, maupun usulan terkait pengembangan program LPPM.

Baca Juga  Normalisasi BKG 22–38 Didorong Jaga Ketahanan Pangan Bekasi

Menurutnya, komunikasi terbuka antara LPPM dan dosen menjadi salah satu kunci agar setiap program yang dirancang dapat dipahami, dilaksanakan, serta menghasilkan capaian yang optimal.

“Kita perlu membangun komunikasi yang terbuka antara LPPM dengan para dosen, sehingga setiap program yang dirancang benar-benar dapat dipahami, dilaksanakan, dan memberikan hasil yang optimal,” katanya.

Budi berharap budaya akademik di UBP Karawang semakin kuat, dengan mendorong dosen tidak hanya menjalankan tugas pengajaran, tetapi juga aktif melakukan penelitian, menghasilkan inovasi, melaksanakan pengabdian, membangun kolaborasi, serta memberikan dampak nyata.

Ia menegaskan bahwa kemajuan UBP Karawang tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik maupun pertumbuhan jumlah mahasiswa, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia dan kekuatan akademik yang dihasilkan.

“UBP maju bukan hanya karena pembangunan fisik dan pertumbuhan jumlah mahasiswa, tetapi juga karena kualitas sumber daya manusia, kekuatan akademik, produktivitas penelitian, kualitas pengabdian, dan inovasi yang kita hasilkan bersama,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Budi mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan Tahun Akademik 2026/2027 sebagai momentum untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas LPPM, memperluas kolaborasi, memperkuat luaran penelitian dan pengabdian, serta memastikan karya akademik memberikan manfaat nyata.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada LPPM dan seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan Sosialisasi dan Diskusi Program LPPM Tahun Akademik 2026/2027.

“Semoga sosialisasi dan diskusi ini dapat menghasilkan pemahaman yang sama, program yang semakin baik, serta langkah konkret untuk membawa LPPM dan UBP Karawang semakin maju,” pungkasnya.

Sambutan tersebut kemudian ditutup dengan pantun:

Ke Karawang membeli pepaya,Singgah sebentar membeli jamu.Mari berkarya bersama-sama,Untuk LPPM dan UBP semakin maju!

Baca Juga

Artikel Lainnya

Tops News

Berita Pilihan

Seputar Desa

- Advertisement -spot_img

Pemerintahan

error: Content is protected !!