BEKASI | suaradesa.click Program Bantuan Pendidikan (Banpin) bagi mahasiswa dinilai memiliki kaitan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat keberhasilan pembangunan manusia di suatu daerah.
Perluasan akses pendidikan, termasuk melalui bantuan pembiayaan bagi mahasiswa, dinilai dapat menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memperkuat dimensi pendidikan dalam pembangunan manusia.
Irfan mengatakan, IPM tidak semestinya hanya dipandang sebagai capaian angka. Lebih dari itu, pembangunan manusia harus diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara nyata. Dalam hal ini, pendidikan menjadi salah satu fondasi penting.
âIPM itu tidak hanya bicara angka, tetapi bagaimana kualitas hidup masyarakat benar-benar meningkat. Pendidikan merupakan salah satu fondasi pentingnya. Karena itu, ketika pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat melalui Banpin, kami melihatnya sebagai bagian dari investasi pembangunan manusia untuk mewujudkan Bekasi yang Bangkit, Maju, dan Sejahtera,â ujarnya.
Di sisi lain, Irfan memahami bahwa kondisi kemampuan fiskal daerah tetap menjadi faktor yang harus diperhitungkan dalam menentukan jumlah penerima beasiswa.
Namun, ia menilai tingginya kebutuhan masyarakat terhadap dukungan biaya pendidikan juga perlu menjadi pertimbangan dalam melakukan evaluasi sekaligus pengembangan program Banpin pada masa mendatang.
âKami memahami bahwa kemampuan fiskal daerah juga harus menjadi pertimbangan. Tetapi di sisi lain, pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu, kami berharap pemerintah menempatkan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah, sehingga ke depannya kuota beasiswa terus bertambah,â tutupnya.



